Showing posts with label Coretan Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Coretan Kehidupan. Show all posts

Sunday, 27 May 2018

Rindu [mawar] lengkap dengan pakaranganya.

Tanpa ada aktifitas lain, setiap hari (setelah insiden itu) aku menyapanya, pagi, siang, sore sampai tengah malam dan terus menyapanya.
Dengan tujuan yang sama, suasana yang sama dan lengkap tetap dengan properti yang sama.

Sapaan yang sama untuk orang yang sama meski 7 hari yang berbeda.
"Kak hari, kopi ireng"

Terhitung sudah 3 bulan untuk aktifitas ini semenjak [bunga mawar] itu jatuh dari tangkainya.
Bungah mawar yang biasanya memperindah dengan pesonanya, sekarang jatuh ke tanah dan mulai layu, perlahan mengering.
Namun masih bernama mawar.

Bukan aku tak mau untuk mengubah aktifitasku,
Cuma aku tak berdaya untuk mengubah dan memperindah. 

Ah sudahlah...
Warung ini, kopi ini, dan senyum ramah penjaga warungnya akan mewarnai dengan warnanya sendiri.
Doaku selalu untuk kesembuhanmu Mawar.

Wakpu,
03-04-2017

Tuesday, 15 December 2015

Belajar dari;



Tukang pengisi gallon


Mengisi kembali wadah yang sudah kosong sampai penuh.
Kasih penutup agar tidak tumpah.
Naikan gallon ke viarnya.
Jalankan agar bisa bermanfaat untuk yang membutuhkan.


Hidup tak semestinya ribet dan bikin muak,
Hidup itu asik dan menarik sekali jika kita bisa dan mampu, untuk hanya “meringis” saja. Menerima dan ikhlas menerima semua yang tuhan berikan kepada kita.


Kita harus mencari tahu apa yang semestinya harus kita isi kembali jika sudah kosong tak terhuni.
Isi penuh sampai tak ada ruang sedikitpun.
Kasih penutup agar apa yang telah kau isi tidak tumpah.
Naikan, dan berjalanlah sesuai apa yang telah kau isi agar tidak merugikan orang lain, terlebih, untuk sedikit membantu orang lain.. jangan terlalu muluk-muluk. Utamakan orang-orang disekelilingmu saja.
Jika orang-orang disekelilingmu merasa puas atas apa yang kau lakukan, lakukan kepada semua orang yang kau lihat dan anggap membutuhkan, tak perduli dia waras, atau gila sekalipun.

Tuesday, 27 October 2015

Hak[?] Atas skenario ”Mu”



Apa aku masih mempunyai (hak)? Atas skenario ”Mu”

Hak adalah segala sesuatu permintaan imbalan atas terwujudnya sesuatu yang telah di lakukan.
Hak kepada Allah?
Apakah kita sebagai manusia (makhluknya) mempunyai hak kepada Allah?
Kewajiban kita misalnya sholat, puasa dll sudah kita penuhi, lantas apa Allah mempunyai kewajiban atas makhluknya?
Pahala? Apa itu kewajiban bagi Allah?
Apa Allah berkewajiban memberikan pahala kepada makhluknya?
Pahala itu sebuah imbalan semata, bukan kewajiban. Terserah Allah ingin memberikan pahala atau pun tidak meskipun umatnya sudah melakukan kewajibanya sebagai umat. Jadi masuk surga bukan karena ketaatan manusia atau banyaknya pahala manusia, melainkan karena Rahmat Allah dan kemurahan allah.

Apakah Saya, Kamu, atau Manusia lainya pada hakikatnya mempunyai hak kepada Allah?
Allah tidak punya sama sekali kewajiban, allah Cuma mempunya hak kepada semua makhluknya. dan manusia tidak punya hak apa-apa kepada allah Cuma punya kewajiban kepadanya.
Hakekat manusia tidak sama sekali mempunyai hak
Hakekat seorang makhluk dengan makhluk berbeda-beda
Hakekat seorang burung berbeda dengan ular
Hakekat ular beda dengan hakekat ayam
Bahkan dirimu dengan dirimu itu berbeda, bagaimana tidak berbeda karna dirimu setiap hari memiliki Pengetahuan baru tentang dirimu, dirimu sekarang bukan dirimu yang kemarin karena yang berkembang adalah pemahamanmu,
Maka allah tidak berucap “Allahu kabir” walakin “allahu akbar”, lebih besar dinamis, selalu baru tentang pengetahuan kita tentang sesama, tentang alam, tentang semua ciptaanya, “tentang Allah”.
Tentang allah?
Allah itu siapa?
Apa kau bisa mengenal allah?
Kau tidak akan pernah bisa mengenal allah, Kecuali dia yang memperkenalkan dirinya. Allah mempermudah makhluknya dengan satu ucapan “sebut aku allah”.
Untuk  apa allah punya nama?
Untuk disapa, disapa siapa? Umatnya? Lantas jika umatnya dibunuh semua?
Sama halnya dengan yang terdapat dalam surat ash-sharh ayat;05
“fainna maal usri yusro”
karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Kenapa tuhan repot-repot memberikan kesulitan terlebih dahulu? kenapa tidak langsung dengan kemudahan?
Semua itu Dialektika dan kemesaraan yang Allah ciptakan kepada hambanya.
Semua Paradok-parapok yang tuhan ciptakan pada kehidupan yang penuh lika liku, hambatan, lipatan, spiral, penuh tikungan.
Jika kita bisa mengetahui dan memahami memang itu semua paradok paradok yang tuhan ciptakan di kehidupan agar manusia dan mahkluknya lebih mengenal dan bisa lebih bermesraan dengan tuhan, maka cobaan dan ujian itu terEliminir menjadi berkah, rasa syukur.
Kita akan lebih mudah dalam menghendel diri.


Tuhan, Semoga aku mengetahui secepatnya apa maksut dari skenario yang engkau buat di bulan suci ini dengan mengizinkan aku untuk melihat KHS kali ini.

Januari, 2015


APA KALIAN CUMA BISA BERTUTUR?
 
Mata ini tak sanggup menatap
Telinga ini tak sanggup mendengar
Hati menangis menyaksikan
Apa yang seharusnya aku lakukan?
Diam, marah, ataukah menghindar dari ini semua?
Oh, tuhan kenapa kau buat sekenario yang sama berhari-hari, meskipun aku yakin kau menginginkan sesuatu dari ini semua, tapi sampai kapan? Kau pasti bisa merubah dengan sekejap mata amarah menjadi senyuman.
Jadikan ucapan-ucapan yang tak sepantasnya di ucap menjadi takbir dan tasbihmu
Jadikan amarah menjadi kasih sayang seperti hari-hari kemarin

Dia yang selalu mengingatkanku, tapi sekarang kenapa dia tidak menggunakan kata-kata dia sendri untuk dirinya sendiri “Setahun dia Cuma sebulan bahkan kurang sebulan di rumah, usahakan untuk membahagiakanya”. ujarnya untukku saat aku melakukan tindakan yang tidak menyenangkan.
Dan dia yang setiap harinya memberi kebahagiaan kepadaku dan keluarga, sering bahkan setiap hari dia mengucap melalui tatapan mata ataupun di dalam sebuah komunikasi jarak jauh yang mengatakan “bahagiakan dia, jangan sesekali kau menyakiti hatinya, aku tidak ingin dengar bahwa dia sakit lagi, aku disini (perantauan) rela memeras keringat bahkan tanpa makan sekalipun untuk kalian semua disana”

MANA SEMUA ITU?
APA KALIAN CUMA BISA BERTUTUR?

Masa-masa seperti ini seharusnya sudah kalian habiskan 7-9 tahun yang lalu, sekarang kalian tinggal menikmati hari-hari tua kalian dan melihat anak-anak kalian mulai tumbuh, melihat mereka berusaha membahagiakan kalian dan mulai membangun masa depan mereka sendiri.
Januari, 2015

Friday, 15 May 2015

Temani "aku" dengan kesetiaanmu (?)



Ribuan kali aku bercerita disini
Menceritakan semua cerita tentang Diriku, tentang Kita, Kami, Kalian, Mereka dan “kamu” yang menyisahkan waktu untuk membaca semua ini, Disini


                              Temani "aku dengan kesetiaanmu (?)


Langit yang cerah siang itu,
bagai dinding rumah yang baru saja merasakan kenikmatan sebuah kuas yang berlumuran cat putih nan bersih.

Langit yang indah siang itu,
Yang terlihat sempurna tanpa cacat di indra penglihatan.
Keindahan yang membuat siapapun yang memandang merasa sejuk dan takjub akan kebersihan dan keindahan Langit di siang itu.

Namun...
Langit yang cerah, langit yang indah dan menawan dengan sekejap mata hilang tak tersisa.
Hembusan para dewa membawa segerombolan awan hitam datang untuk bertamu.
Langit berubah terlihat gelap, kusaam, berantakan, Yang tersisa hanya senyuman sang surya yang menyelinap di sela-sela awan hitam.

Akankah...
langit bisa mengembalikan keindahanya? Akankah awan hitam bersedia menghilang dan mengembalikan keindahan?
“dalam fikirku menghayal dan menatap layu sang langit yang terlihat kusam”

Akankah aku bisa?
Akankah aku mampu?
Masihkan aku bertahan dan tetap diam dalam keterpurukan?
Masihkan tersisa sedikit waktu untuk diriku bangun dan bangkit?

Sungguh beratkah cobaan ini? sampai-sampai aku terasa sulit untuk bangun dan bangkit lagi.
"Batinku berteriak"
     Harus bagaimana?
     Harus dengan apa?
  Sampai kapan dan berakhir dimana, seperti apa ?


Kucoba bertahan meski sudah terasa tak tertahan.
Kucoba bangkit meski terasa sulit.

Perlahan ku coba langkahkan kakiku meski masih terasa berat.
“Jiwa ku menjerit”
Aku masih kuaaat (Tuhaaaan)
Aku masih sangguuup.
Aku masih tangguh.
Apa kau tak punya cobaan yang lebih dasyat dari pada ini?
Beri aku cobaan terhebat yang kau punya.

ASALKAN … Satu pintaku!!
Kau harus selalu temani aku
Aku yakin kau tak akan meninggalkanku
Aku yakin atas firmanmu yang tertuangkan di dalam lembaran-lembaran Mushaf yang mengatakan
“Laa Tahzan, Innallaha Ma’ana”.
Janganlah engkau bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kami.
(Qs, At Taubah : 40)

Temani aku dalam keterpurukanku
Campur aduk dan tumpahkan semua cobaan yang kau punya, Asalkan kau masih menemaniku melangkah.